Ponpes Amanatul Ummah Ajukan Diri Jadi Lokasi Muktamar ke-35 NU

bumi pesantren | 23 Mei 2026 19:32

 

Kedekatan geografis dengan Surabaya membuat Mojokerto menjadi salah satu daerah prioritas pembentukan cabang NU pada masa awal perkembangan organisasi. Banyak kiai dan santri Mojokerto saat itu juga memiliki hubungan keilmuan dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh KH Hasyim Asy’ari.

 

Pembentukan PCNU Mojokerto diprakarsai salah satu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah, bersama KH Bisri Syansuri. Keduanya datang ke Mojokerto pada 28 Mei 1929 untuk mematangkan pembentukan cabang NU di wilayah tersebut.

 

Saat itu, struktur kepengurusan NU Mojokerto telah terbentuk mulai Rais Syuriyah, Tanfidziyah hingga bendahara. Setelah melalui proses verifikasi, NU Mojokerto resmi berstatus sebagai pengurus cabang dan mendapat tiket menghadiri Muktamar ke-4 NU di Semarang pada 1929.

 

Dengan latar historis dan kesiapan fasilitas yang dimiliki, Amanatul Ummah berharap dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU tahun 2026. (ivan)