Musim Giling 2026 Dimulai, PG Pesantren Baru Kediri Bidik 63,5 Ribu Ton Gula

bumi pesantren | 24 Mei 2026 12:29

Musim Giling 2026 Dimulai, PG Pesantren Baru Kediri Bidik 63,5 Ribu Ton Gula
Prosesi start giling di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri. (dok beritajatim)

KEDIRI, PustakaJC.co – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) resmi memulai musim giling 2026 di PG Pesantren Baru Kediri. Pada musim giling tahun ini, pabrik gula tersebut menargetkan produksi gula mencapai 63,5 ribu ton.

 

Prosesi pembukaan musim giling digelar meriah dengan tradisi “Tebu Manten” yang menjadi budaya tahunan masyarakat industri gula di Kediri. Tradisi itu diawali dengan petik tebu perdana dan arak-arakan menuju area pabrik sebagai simbol dimulainya proses penggilingan. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (24/5/2026).

 

General Manager PG Pesantren Baru Sugondo mengatakan, pihaknya menargetkan penggilingan tebu mencapai 873.299,6 ton dengan rendemen sebesar 7,26 persen selama musim giling 2026.

 

“Kami optimistis target musim giling tahun ini dapat tercapai melalui kolaborasi antara manajemen, karyawan, dan petani tebu,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, kesiapan mesin, pasokan bahan baku, hingga koordinasi dengan petani telah dilakukan sejak jauh hari agar proses produksi berjalan lancar dan maksimal.

 

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menyebut, seluruh pabrik gula di bawah naungan SGN saat ini diarahkan untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional.

 

Ia menjelaskan, SGN yang mengelola puluhan pabrik gula di Indonesia terus melakukan berbagai langkah peningkatan produktivitas, mulai dari efisiensi operasional hingga penguatan kemitraan dengan petani tebu.

 

“Harapannya target swasembada gula konsumsi nasional bisa tercapai lebih cepat,” katanya.

 

 

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai musim giling tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

 

Aktivitas musim giling dinilai memberi efek positif terhadap sektor pertanian, perdagangan, jasa distribusi, hingga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

 

Selain itu, manajemen PG Pesantren Baru juga memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan kelancaran distribusi tebu selama musim giling berlangsung.

 

Dengan dimulainya musim giling 2026, PG Pesantren Baru Kediri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan dan swasembada gula nasional. (ivan)