Dari Sunan Drajat, Emil Dardak Yakin Lahir Generasi Penggerak Indonesia Emas 2045

bumi pesantren | 01 Juni 2026 11:32

Dari Sunan Drajat, Emil Dardak Yakin Lahir Generasi Penggerak Indonesia Emas 2045
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan sambutan saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan wisuda santri Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun Pelajaran 2025-2026 di Paciran, Lamongan. (dok ppsd)

LAMONGAN, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Sunan Drajat dan pengasuhnya, KH Abdul Ghofur, atas kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak yang menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045.

 

Pernyataan itu disampaikan Emil saat menghadiri Haflah Akhirussanah Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun Pelajaran 2025-2026 di Paciran, Lamongan, Minggu, (31/5/2026). Acara tersebut dihadiri ribuan santri, wali santri, alumni, serta tokoh masyarakat. Dilansir dari ppsd.id, Senin, (1/6/2026).

 

Menurut Emil, pesantren memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan melalui berbagai program beasiswa bagi pelajar dan santri.

 

“Terima kasih kepada Pondok Pesantren Sunan Drajat dan Abah Yai Ghofur yang selama ini telah membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencerdaskan anak bangsa. Kontribusi pesantren sangat besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

 

 

 

 

Emil menjelaskan, program beasiswa yang disiapkan Pemprov Jatim mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP, MA, perguruan tinggi S1, S2, S3, Ma’had Aly hingga program studi ke luar negeri.

 

Tahun ini, lanjutnya, Jawa Timur berhasil memfasilitasi sekitar 5.300 santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui berbagai skema bantuan pendidikan.

 

“Alhamdulillah, tahun ini Jawa Timur mampu memberikan kesempatan kepada sekitar 5.300 santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini menunjukkan bahwa santri memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi generasi unggul di masa depan,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masa depan bangsa. Negara yang maju, menurutnya, adalah negara yang berhasil membangun kualitas manusianya.

 

 

Karena itu, Emil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan pendidikan sebagai prioritas bersama demi melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkarakter.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti peran pesantren yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan pengetahuan umum, teknologi, dan nilai-nilai kepemimpinan.

 

“Pesantren adalah tempat terbaik untuk belajar ilmu, akhlak, dan juga sains. Di pesantren, para santri dididik menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki wawasan yang luas. Inilah modal penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

 

Emil berharap para wisudawan dan wisudawati Pondok Pesantren Sunan Drajat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa di berbagai bidang.

 

Haflah Akhirussanah tersebut berlangsung khidmat dan menjadi penegasan komitmen pesantren dalam mencetak generasi penerus yang berilmu, berakhlak, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan dukungan program pendidikan dan semangat belajar para santri, Pondok Pesantren Sunan Drajat diyakini akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)