SURABAYA, PustakaJC.co - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi hari terbaik dalam sepekan, Jumat juga dikenal sebagai momentum yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya sedekah.
Para ulama menjelaskan bahwa sedekah sejatinya dianjurkan setiap hari. Namun, amal saleh yang dilakukan pada waktu-waktu mulia memiliki keutamaan tersendiri, termasuk ketika dilaksanakan pada hari Jumat yang disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari.
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan hari Jumat untuk berbagi rezeki kepada sesama, baik dalam bentuk uang, makanan, bantuan sosial, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar bersedekah.
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji," sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 261.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah justru menjadi jalan datangnya keberkahan dan kebaikan yang lebih besar dari Allah SWT.
Meski tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebut pahala tertentu untuk sedekah Jumat, sejumlah ulama menjelaskan bahwa amal saleh yang dilakukan pada hari mulia memiliki nilai keutamaan lebih dibanding hari-hari biasa.
Ulama besar Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menyebut sedekah pada hari Jumat memiliki keistimewaan sebagaimana sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan.
Karena itu, memperbanyak sedekah di hari Jumat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam.
Selain mengharap pahala dari Allah SWT, sedekah Jumat juga memiliki banyak manfaat sosial.
Sedekah dapat membantu meringankan beban fakir miskin, anak yatim, lansia, maupun masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Tidak hanya itu, kebiasaan berbagi juga mampu menumbuhkan rasa syukur, memperkuat kepedulian sosial, serta membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.
Bentuk sedekah pun tidak selalu harus berupa nominal besar. Memberikan makanan kepada tetangga, membantu biaya pendidikan, menyantuni anak yatim, hingga mendukung program kemanusiaan termasuk bagian dari sedekah yang bernilai pahala.
Bahkan senyum, nasihat yang baik, dan membantu kesulitan orang lain juga termasuk sedekah dalam ajaran Islam.
Agar lebih istiqamah, umat Islam dianjurkan menyisihkan sebagian rezekinya secara rutin setiap pekan untuk disedekahkan pada hari Jumat.
Kebiasaan sederhana tersebut diyakini mampu membentuk karakter dermawan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Di era digital saat ini, sedekah juga semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform dan lembaga sosial terpercaya yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup, khususnya pada hari Jumat, umat Islam tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga turut menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
(int)