Niat Puasa Tasua dan Asyura 1448 H Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Simak Tata Cara serta Waktu Membacanya

bumi pesantren | 22 Juni 2026 11:27

Niat Puasa Tasua dan Asyura 1448 H Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Simak Tata Cara serta Waktu Membacanya
Dok infoupdate

SURABAYA, PustakaJC.co - Menjelang pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram 1448 Hijriah, banyak umat Islam mulai mencari bacaan niat yang benar beserta tata cara pelaksanaannya. Niat menjadi salah satu bagian penting dalam ibadah puasa karena menentukan sah atau tidaknya amalan yang dijalankan.

 

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura pada 10 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan besar dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ibadah serta pengingat atas peristiwa penting dalam sejarah Islam.

 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan meneguhkan niat sebelum menjalankan ibadah puasa sunnah tersebut.

 

Untuk Puasa Tasua, niat yang dapat dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tasu'a sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta'ala."

 

Sementara untuk Puasa Asyura, niat yang dibaca yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Asyura sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."

 

Para ulama menjelaskan bahwa niat puasa sunnah cukup dilakukan dalam hati. Namun melafalkannya juga diperbolehkan sebagai bentuk penguat tekad dalam menjalankan ibadah.

 

Berbeda dengan puasa wajib Ramadan, niat puasa sunnah memiliki kelonggaran waktu. Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum tidur atau saat sahur sebelum terbit fajar. Bahkan sebagian ulama memperbolehkan berniat pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

 

Meski demikian, waktu yang paling utama tetap pada malam hari atau menjelang sahur. Jika seseorang ingin melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura secara berurutan, maka niat dilakukan secara terpisah pada masing-masing hari puasa.

 

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh di bulan Muharram seperti bersedekah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

 

Puasa Tasua dan Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bahkan menyebut Puasa Asyura sebagai amalan yang diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.

 

Karena itu, umat Islam diimbau mempersiapkan diri sejak dini, termasuk memahami niat dan tata cara pelaksanaannya agar ibadah yang dijalankan semakin sempurna dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.

(int)