Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani menyatakan seluruh elemen NU di Cirebon siap menyukseskan Muktamar apabila dipercaya menjadi tuan rumah.
“Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Buntet Pesantren KH Fahad Ahmad Sadat mengatakan tim survei memberikan penilaian positif terhadap kesiapan pesantrennya. Berbagai fasilitas telah ditinjau, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.
“Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, insyaallah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” katanya.
Di sisi lain, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad berharap Muktamar ke-35 NU dapat kembali digelar di Jawa Barat. Menurutnya, provinsi tersebut terakhir menjadi tuan rumah Muktamar pada 1994 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya.
Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi juga menilai Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin layak menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan karena memiliki sejarah panjang dan hubungan erat dengan perjuangan para ulama NU.