JAKARTA, PustakaJC.co – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimpen atau Gus Ghofur meminta agar pembahasan keilmuan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) maupun Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, tradisi intelektual yang selama ini menjadi ciri khas NU perlu terus diperkuat melalui forum-forum resmi organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ghofur saat memberikan catatan dalam bedah kitab Ithafu Umamati Al-Musthafa karya Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (10/7/2026) malam.
Ia mengapresiasi terbitnya kitab tersebut karena membahas metodologi fatwa dan Bahtsul Masail yang dinilai sangat relevan untuk menjawab berbagai persoalan umat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tema-tema keilmuan seperti itu harus memperoleh perhatian yang memadai dalam setiap forum permusyawaratan NU. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (11/7/2026).
Gus Ghofur menuturkan bahwa selama mengikuti sejumlah muktamar, perhatian peserta kerap lebih banyak tersedot pada dinamika pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU. Akibatnya, sejumlah pembahasan strategis yang berkaitan dengan kehidupan umat kurang mendapatkan sorotan yang semestinya.