BI Jatim Mulai Program Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren 2026 Perkuat Ekonomi Lokal

bumi pesantren | 31 Juli 2026 07:26

 

Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas promosi berbagai produk unggulan Jawa Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Di tengah tantangan ekonomi global, Heru mengatakan Jawa Timur masih mampu mempertahankan kinerja ekonomi yang positif. Pada 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 4,93 persen dengan dukungan konsumsi rumah tangga, perdagangan, industri pengolahan, sektor pertanian, serta meningkatnya aktivitas ekspor.

 

Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi Jawa Timur juga tetap terjaga di kisaran 2,9 persen. Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

 

Menurut Heru, pondok pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi, kewirausahaan, ekonomi syariah, hingga berbagai unit usaha produktif.

 

“Program ini merupakan ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan petani, UMKM, koperasi, industri, dan pondok pesantren dengan pasar yang lebih luas. Desa harus terintegrasi dengan sektor pariwisata, perdagangan, dan industri sehingga tercipta rantai nilai yang saling menguatkan,” ujar Heru.