BENGKULU, PustakaJC.co — Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Saka Pesantren dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) terus diperluas. Bengkulu menjadi daerah ke-24 dalam rangkaian gerakan tersebut sejak diluncurkan pada Mei 2026.
Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev mengatakan, gerakan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan kepada pesantren untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mencegah terjadinya kekerasan. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (14/8/2026).
Hal itu disampaikan Hodri saat memberikan sambutan dalam Deklarasi Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Salafiyah Sentot Alibasya, Bengkulu, Kamis, (13/8/2026).
Menurutnya, RMI PBNU bersama Saka Pesantren PBNU terus mendorong berbagai langkah pencegahan agar peristiwa kekerasan tidak kembali terjadi di lingkungan pesantren.
“Kita berusaha untuk melakukan langkah-langkah terbaik yang bisa kita laksanakan untuk mencegah berulangnya peristiwa semacam itu,” ujar Hodri.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pesantren, mulai dari pengasuh, musyrif dan musyrifah, hingga staf administrasi. Keterlibatan seluruh unsur dinilai penting agar upaya menciptakan pesantren yang aman dapat dilakukan secara bersama-sama.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ai Rahmayanti mengatakan, deklarasi, halaqah pengasuh, serta pelatihan bagi musyrif-musyrifah merupakan bagian dari ikhtiar NU untuk membangun lingkungan pesantren yang lebih aman.
“Beberapa kegiatan Saka itu bagaimana ikhtiar bersama ke depan pesantren-pesantren di lingkungan NU lebih aman,” katanya.
PBNU juga mendorong setiap pesantren memiliki saluran pengaduan atau pelaporan. Saluran tersebut dinilai penting sebagai langkah awal untuk menangani berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren.
Dalam penanganannya, pesantren juga didorong untuk berkolaborasi dengan pihak terkait apabila diperlukan. Di antaranya kepolisian, rumah sakit untuk penanganan persoalan fisik, serta UPTD Perempuan dan Perlindungan Anak untuk persoalan yang berkaitan dengan kondisi psikologis.
Deklarasi Pesantrenku Aman di Bengkulu turut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni. Kegiatan tersebut juga diikuti puluhan pengasuh, musyrif-musyrifah, serta staf administrasi pesantren di wilayah Bengkulu. (ivan)