SURABAYA, PustakaJC.co – Budayawan sekaligus Pengasuh Pesantren Ilmu Giri, Nasruddin Anshory Ch, menilai seni Islam dan tradisi pesantren memiliki peran penting dalam memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan budaya.
Menurut Nasruddin, seni Islam dan seni pesantren tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi keagamaan maupun hiburan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai spiritual, merawat kearifan lokal, serta memperkuat persatuan masyarakat. Dilansir dari Senin, (22/11/2026).
Gagasan tersebut disampaikan Nasruddin melalui tulisan opini berjudul Seni Islam, Seni Pesantren, dan Pentingnya Reideologi Kebangsaan yang dipublikasikan pada Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan Islam di Nusantara berlangsung melalui proses perjumpaan dengan kebudayaan lokal. Proses tersebut membuat nilai-nilai keislaman dapat diterima dan berkembang tanpa harus menghilangkan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat.
Salah satu contohnya terlihat melalui pendekatan dakwah Walisongo yang memanfaatkan kesenian tradisional, seperti wayang kulit dan gamelan. Kesenian tersebut menjadi medium penyampaian pesan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan Islam dengan identitas budaya masyarakat Nusantara.
Tradisi gamelan Sekaten di lingkungan Keraton Surakarta dan Yogyakarta juga menjadi contoh bagaimana seni dapat berfungsi sebagai sarana dakwah dan ruang pertemuan sosial masyarakat.