Ia menjelaskan, hamaj merupakan kelompok orang yang tidak memiliki pengetahuan dan kepekaan perasaan. Mereka cenderung mengikuti arah kelompok tanpa berpegang pada prinsip maupun pertimbangan yang matang.
Kondisi tersebut, menurutnya, semakin berisiko di tengah perkembangan media digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Tidak sedikit informasi yang mengandung fitnah dan kebohongan beredar tanpa melalui proses pemeriksaan kebenaran.
“Dia hanya ikut ke mana angin berembus. Ini bahaya sekali, apalagi di zaman media yang supercepat, fitnah dan kebohongan ada di mana-mana,” ujarnya.