Gus Kautsar juga mengingatkan adanya bahaya penyebaran kebohongan yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat merusak cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.
Ia mengibaratkan penyebar berita bohong sebagai pencuri yang mengambil sesuatu yang lebih berharga daripada harta benda, yakni akal, nurani, hingga keyakinan seseorang.
“Tapi ada satu lagi pencuri yang paling ngeri namanya kadzab, adalah orang yang suka menyebarkan berita-berita bohong karena yang ia ambil adalah akalmu, nuranimu, sampai keyakinanmu,” ungkapnya.
Menurut Gus Kautsar, kebohongan dapat menjadi sumber berbagai persoalan sosial. Informasi yang tidak benar berpotensi memicu adu domba, menumbuhkan kebencian, hingga menimbulkan permusuhan di tengah masyarakat.
“Kebohongan itu adalah sumber utama semua kehancuran,” tegasnya.