Gus Kautsar Ajak Santri Perkuat Nalar Kritis untuk Melawan Hoaks

bumi pesantren | 06 November 2026 09:52

 

Ia menambahkan, penyebaran hoaks bertentangan dengan nilai dasar kehidupan yang diajarkan Islam. Kehadiran Islam, menurutnya, membawa misi untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, tenang, dan damai.

 

“Padahal datangnya Islam ini, yang menjadi kampanye utama kesantrian, adalah memastikan semua orang bisa hidup dalam kondisi aman, nyaman, tenang dan damai. Itu tugas pokoknya santri,” jelasnya.

 

Karena itu, Rais Syuriyah PBNU bidang Dakwah Digital tersebut meminta para santri lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial.

 

Ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring berita sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain. Kecepatan arus informasi harus diimbangi dengan sikap kritis dan kehati-hatian agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.

 

Gus Kautsar mengingatkan bahwa perubahan pola penyebaran informasi saat ini menuntut masyarakat memiliki kecakapan dalam membaca, memahami, dan memverifikasi setiap informasi yang diterima.

 

“Betapa pentingnya kita sebagai seorang santri, sebagai bangsa kita harus berhati-hati betul, bagaimana kita memfilter yang namanya berita,” pungkasnya.

 

Melalui pesan tersebut, Gus Kautsar menegaskan bahwa peran santri dalam menghadapi tantangan era digital tidak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membangun kesadaran literasi informasi dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat. (ivan)