LAMONGAN, PustakaJC.co – Semarak kemerdekaan 17 Agustus disambut berbeda oleh Komunitas Santrie Mandiri. Bersama DPRD Kabupaten Lamongan, RS Mata KMU, Natamata, Pemdes Moropelang, serta mahasiswa KKN Universitas Billfath, mereka menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti sekitar 300 peserta di Desa Moropelang, Lamongan, Senin, (25/8/2025).
Acara yang berlangsung di kediaman Kepala Desa Moropelang, Khoyif, sejak pagi hingga sore ini menghadirkan layanan kesehatan sekaligus pembagian kacamata gratis, voucher pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit, hingga voucher diskon 30–40 persen pembelian kacamata di optik rekanan.
Ketua Santrie Mandiri, Ahmad Jibril atau akrab disapa Gus Jibril, menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi kemerdekaan sejati.
“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari penderitaan akibat menurunnya produktivitas. Dengan giat ini kami ingin mengisi kemerdekaan dengan hal yang paling esensial, yaitu memastikan masyarakat memiliki fisik dan produktivitas yang kuat,” ungkap Ketua Santrie Mandiri, Ahmad Jibril, saat diwawancarai Jurnalis PustakaJC.co via WhatsApp, Selasa, (26/8/2025).
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. Melalui hasil screening langsung, warga mendapat pemahaman lebih personal mengenai kondisi kesehatannya. Agar bantuan tepat sasaran, Santrie Mandiri menggandeng pemerintah desa yang memiliki data valid tentang warganya yang benar-benar membutuhkan.
Gus Jibril menambahkan, kolaborasi lintas lembaga berjalan lancar karena komunikasi yang terjalin sejak lama.
“Kerjasama dengan rumah sakit sudah berjalan sekitar tiga tahun, sehingga tim terbiasa. Dengan pemdes dan mahasiswa KKN, kami hanya perlu komunikasi intensif dan membagi peran,” jelas Pria yang akrab di sapa Gus Jibril itu.
Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Lamongan Komisi A, Mudzakir (Golkar). Ia menilai giat kesehatan ini sangat bermanfaat bagi warga.
“Alhamdulillah, kegiatan di Desa Moropelang ini benar-benar dirasakan masyarakat. Kolaborasi semua pihak berjalan kompak dan sukses,” ujar Mudzakir.
Selain kegiatan sosial, Santrie Mandiri juga terus mengembangkan usaha kemandirian ekonomi, mulai dari toko frozen food, UMKM makanan, ayam petelur, kopi, hingga berbagai budidaya lain yang melibatkan pesantren dan mitra komunitas.
Melalui kolaborasi ini, semangat kemerdekaan diwujudkan bukan hanya dengan simbol perayaan, tetapi dengan langkah nyata meningkatkan kesehatan dan kemandirian masyarakat desa. (ivan)