Mudzakir menambahkan, santri memang wajib fokus pada bidang agama, tetapi juga perlu menumbuhkan empati sosial.
“Doa kami, ke depan lahir santri-santri berjiwa sosial tinggi yang siap menjadi calon pemimpin masa depan, menyongsong Indonesia Emas 2040,” pungkas DPRD kabupaten Lamongan Komisi A ini.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat santri mandiri yang terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran santri, pemdes, dan berbagai pihak di tengah warga desa menjadi wujud nyata gotong royong dalam membangun kemandirian sosial dan kesehatan menuju masa depan yang lebih baik. (ivan)