Gelar Layanan Kesehatan, Santrie Mandiri Gandeng DPRD, Pemdes, dan Puskesmas

komunitas | 27 Agustus 2025 14:09

Gelar Layanan Kesehatan, Santrie Mandiri Gandeng DPRD, Pemdes, dan Puskesmas
Petugas kesehatan memeriksa mata warga dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Moropelang, Babat, Lamongan, yang digelar Asosiasi Santrie Mandiri bersama DPRD, Pemdes, RS Mata KMU, dan Puskesmas. (dok istimewa)

LAMONGAN, PustakaJC.co – Ratusan warga Desa Moropelang, Lamongan, antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan mata gratis yang digelar Asosiasi Santrie Mandiri. Acara yang dipusatkan di kediaman Kepala Desa Moropelang, Khoyif, pada Senin (25/8/2025) ini melibatkan banyak pihak, mulai DPRD Kabupaten Lamongan, RS Mata KMU, Natamata, Pemdes Moropelang, mahasiswa KKN Universitas Billfath, hingga Puskesmas.

 

Ketua Asosiasi Santrie Mandiri, Ahmad Jibril atau akrab disapa Gus Jibril, menjelaskan bahwa membangun kolaborasi lintas lembaga bukan hal sulit karena komunikasi yang terjalin sudah berjalan baik.

 

“Kerja sama dengan rumah sakit sudah berlangsung sekitar tiga tahun, sehingga tim kami sudah terbiasa. Sementara dengan pemdes dan mahasiswa KKN, kami menjalin komunikasi intensif untuk membagi peran,” ujar Ketua Asosiasi Santrie Mandiri, Ahmad Jibril, saat diwawancarai jurnalis PustakaJC.co, Selasa, (26/8/2025).

 

 

Suasana ramai terlihat saat warga Desa Moropelang, Babat, Lamongan, mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

 

 

 

 

 

 

 

Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan mata di pedesaan masih mendesak untuk diperhatikan. Dari data yang dihimpun di berbagai kegiatan, banyak warga mengalami gangguan penglihatan namun belum terdiagnosis akibat keterbatasan akses, mahalnya biaya pemeriksaan, hingga kurangnya kesadaran masyarakat.

 

 “Program ini membuktikan bahwa dengan fasilitas dan edukasi yang diberikan, masyarakat menyambutnya sangat positif. Kesehatan mata harus menjadi perhatian serius karena berhubungan langsung dengan produktivitas,” tegas Gus Jibril.

 

Sebagai dzurriyah Pondok Pesantren Al Fattah Siman dan Ketua Asosiasi Santrie Mandiri, Gus Jibril menilai peran santri di masa depan semakin luas.

 

Tim medis melayani warga yang antre pemeriksaan mata gratis di Desa Moropelang, Babat, Lamongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kolaborasi lintas lembaga dalam rangka meningkatkan kepedulian kesehatan masyarakat desa.

 

 

 

“Santri punya tanggung jawab moral hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai ahli kitab, tapi juga motor peradaban yang membawa maslahat seluas-luasnya. Kemandirian umat lahir ketika santri bisa memadukan nilai spiritual dengan aksi nyata: peduli kesehatan, mendampingi UMKM, dan memberdayakan desa,” kata dzurriyah Pondok Pesantren Al Fattah Siman itu.

 

Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Lamongan komisi A, Mudzakir. Ia mengapresiasi langkah santri yang terjun langsung membantu masyarakat.

 

 “Antusias warga sangat baik, dibuktikan dengan tingkat kehadiran mereka. Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis sangat membantu, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli,” ujarnya.

 

 

 

Mudzakir menambahkan, santri memang wajib fokus pada bidang agama, tetapi juga perlu menumbuhkan empati sosial.

 

“Doa kami, ke depan lahir santri-santri berjiwa sosial tinggi yang siap menjadi calon pemimpin masa depan, menyongsong Indonesia Emas 2040,” pungkas DPRD kabupaten Lamongan Komisi A ini.

 

Kegiatan ini sejalan dengan semangat santri mandiri yang terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran santri, pemdes, dan berbagai pihak di tengah warga desa menjadi wujud nyata gotong royong dalam membangun kemandirian sosial dan kesehatan menuju masa depan yang lebih baik. (ivan)