KOTA BATU, PustakaJC.co — Gerakan penyelamatan Sungai Brantas resmi dimulai dari Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, Senin, (13/10/2025). Perum Jasa Tirta I (PJT I) melepas Tim Susur Sungai Brantas 2025 bersama Wali Kota Batu Nurochman, anggota DPRD Jatim Dewanti Rumpoko, dan perwakilan Lanal Malang.
Kepala Divisi Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan sungai berbasis data lapangan. Tim akan menyusuri 15 etape dari hulu di Batu hingga Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (14/10/2025)
“Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa mengetahui kondisi riil Sungai Brantas, mulai dari kualitas air, tingkat pencemaran, sedimentasi, hingga pembuangan limbah,” jelasnya.
Agung menegaskan, PJT I tidak bisa berjalan sendiri. Upaya menjaga Brantas memerlukan kerja sama lintas daerah, lembaga, dan komunitas lingkungan.
“Hasil penyusuran ini akan kami jadikan bahan tindak lanjut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” tambahnya.
Wali Kota Batu Nurochman menyambut baik inisiatif PJT I. Menurutnya, menjaga hulu berarti menjaga kehidupan di hilir.
“Saya bersyukur kegiatan ini dimulai dari Batu, karena hulu Brantas ada di sini. Air Brantas mengaliri jutaan warga Jatim. Maka menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Cak Nur, sapaan akrabnya, juga menegaskan Pemkot Batu akan menindaklanjuti hasil kegiatan ini dengan mengundang 17 kepala daerah yang wilayahnya dilalui Sungai Brantas.
“Kita akan membahas langkah-langkah konkret perbaikan dan pengendalian bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Forum Brantas Malang Raya, Doddy Eko, menyebut kegiatan susur sungai ini sebagai momentum memperkuat kesadaran lintas wilayah.
“Melalui kegiatan ini kita bisa melihat langsung kondisi sungai, berdiskusi di lokasi, dan memahami masalah dari sumbernya,” kata Doddy.
Ia juga mengapresiasi langkah PJT I yang melibatkan komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam kegiatan ini. “Gerakan ini tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga edukasi dan kolaborasi nyata di lapangan,” imbuhnya.
Kegiatan Susur Sungai Brantas 2025 akan berlangsung 13–15 Oktober, melewati enam etape di Kota Batu, empat di Kota Malang, dan lima di Kabupaten Malang. Tim gabungan akan menyusuri jalur darat dan air dengan dukungan perahu karet, drone, serta peralatan pemantauan.
“Gerakan ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi akan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperbaiki tata kelola sungai di Jawa Timur,” tutup Doddy. (ivan)