SURABAYA, PustakJC.co - Lonjakan aktivitas digital menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal dan Tahun Baru. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk tetap terhubung, baik untuk kepentingan keluarga, pekerjaan, maupun usaha, keandalan jaringan telekomunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan.
Di balik kesiapan infrastruktur tersebut, terdapat cerita nyata tentang manusia yang bekerja dan bergantung pada konektivitas setiap hari. Melalui semangat Indosat ANDAL: Ada Nyata di Setiap Langkah, PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia jaringan, tetapi juga bagian dari keseharian masyarakat, khususnya di momen akhir tahun. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (26/12/2025).
Salah satu kisah datang dari Herdhina Kamadhini (37), pelaku usaha hampers asal Surabaya. Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan produknya meningkat signifikan. Hampir seluruh proses bisnisnya bertumpu pada koneksi digital, mulai dari menerima pesanan melalui media sosial, berkomunikasi dengan pelanggan, mengunggah katalog, hingga mengatur pengiriman.
Untuk menunjang aktivitas tersebut, Dhina—sapaan akrabnya—mengandalkan layanan IM3 Platinum sebagai koneksi utama di rumah sekaligus tempat produksi. Dengan kuota 50 GB dan koneksi yang stabil, ia mengaku dapat menjaga kelancaran operasional meski trafik internet meningkat pada jam-jam sibuk.
“Di periode ramai seperti ini, koneksi internet benar-benar menentukan. Kalau lambat sedikit, pelanggan bisa langsung berpindah,” ujar Dhina.
Ia menambahkan, pada periode normal omzet usahanya berkisar Rp4–6 juta per bulan. Namun pada momen hari raya, omzet tersebut bisa meningkat hingga dua kali lipat.
Di sisi lain, cerita ANDAL juga datang dari para personel lapangan teknologi Indosat yang bekerja di balik layar. Selama libur akhir tahun, mereka tetap siaga untuk memastikan kualitas jaringan tetap optimal di berbagai titik strategis.
Salah satunya Deni Rahman (35), personel lapangan yang bertugas di wilayah Jawa Timur. Bersama timnya, Deni memastikan potensi gangguan jaringan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat, terutama di tengah kondisi musim hujan yang terjadi hampir setiap hari.
“Bagi kami, jaringan bukan sekadar sinyal. Ini tentang memastikan orang-orang tetap bisa terhubung dengan keluarga dan pekerjaannya. Karena itu, kesiagaan menjadi fokus utama,” kata Deni.
Upaya tersebut didukung teknologi berbasis kecerdasan artifisial melalui Digital Intelligence Operation Center (DIOC). Sistem ini memungkinkan pemantauan jaringan secara real-time serta pencegahan gangguan secara proaktif melalui analisis data trafik, terutama saat terjadi lonjakan penggunaan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Menurut Deni, persiapan telah dilakukan sejak awal November. Khusus di wilayah Jawa Timur, Indosat menambah 248 unit baterai cadangan serta sejumlah genset untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.
“Harapannya, seluruh pelanggan Indosat dapat menikmati liburan akhir tahun dengan nyaman tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
Kisah pelaku usaha dan personel lapangan tersebut menunjukkan bahwa jaringan andal tidak semata soal infrastruktur dan teknologi. Di balik setiap pesan yang terkirim, pesanan yang diproses, dan momen yang terhubung, terdapat kehadiran nyata manusia yang bekerja menjaga konektivitas. Di situlah Indosat menempatkan dirinya—hadir nyata di setiap langkah masyarakat. (ivan)