Bulog Siap Kirim Beras dan Jagung ke Pasar Global Usai Swasembada

komunitas | 12 Januari 2026 05:39

Bulog Siap Kirim Beras dan Jagung ke Pasar Global Usai Swasembada
Ahmad Rizal Direktur Utama Perum Bulog saat kunjungan kerja ke Gudang dan Sentra Pengolahan Beras Bulog, (dok suarasurabaya)

 

 

JAKARTA, PustakaJC.co – Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk mengekspor beras dan jagung pada tahun 2026, seiring tercapainya swasembada dua komoditas pangan strategis tersebut di dalam negeri.

 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan secara operasional Bulog telah siap melakukan ekspor. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kepastian peluang dan kebutuhan dari negara tujuan melalui mekanisme koordinasi antar pemerintah. Dilansir dari suarasurabaya.net, Senin, (12/1/2026).

 

“Kami siap, dalam arti tinggal melihat potensi negara mana yang akan menjadi tujuan ekspor,” ujar Rizal, Minggu, (11/1/2026).

 

 

Menurut Rizal, Bulog terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perdagangan sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam komunikasi dan kerja sama dagang antarnegara. Ekspor akan diprioritaskan ke negara-negara tetangga serta wilayah yang mengalami kekurangan pasokan pangan, termasuk daerah terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.

 

Meski membuka peluang ekspor, Bulog menegaskan penguatan pasokan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Sepanjang 2026, Bulog menargetkan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton.

 

Pada semester pertama 2026, penyerapan beras ditargetkan minimal 3 juta ton, memanfaatkan momentum puncak panen nasional. Rizal optimistis target tersebut dapat terlampaui selama tidak terjadi gangguan cuaca ekstrem atau kendala produksi lainnya.

 

 

 

Sementara itu, sekitar 1 juta ton penyerapan direncanakan pada semester kedua, sehingga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan rencana ekspor tetap terjaga.

 

Sesuai arahan Menteri Pertanian, alokasi ekspor disiapkan sekitar 1 juta ton, dengan sebagian besar produksi tetap difokuskan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

 

Hingga awal Januari 2026, Bulog mengelola 3,25 juta ton stok cadangan beras pemerintah, yang merupakan peralihan dari sisa stok tahun 2025. (ivan)