Pelaku Industri Tembakau Tolak Usulan Penurunan Batas Nikotin dan Tar, Dinilai Ancam Serapan Tembakau Lokal

komunitas | 16 Maret 2026 03:28

Pelaku Industri Tembakau Tolak Usulan Penurunan Batas Nikotin dan Tar, Dinilai Ancam Serapan Tembakau Lokal
Ilustrasi nikotin yang ada pada tembakau. (dok Jawapos)

SURABAYA. PustakaJC.co – Pelaku industri hasil tembakau (IHT) menyampaikan keberatan terhadap rencana pemerintah menurunkan batas maksimal kadar nikotin dan tar pada produk rokok. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu keberlangsungan industri kretek sekaligus mengancam penyerapan tembakau dan cengkih dari petani dalam negeri. Minggu, (15/3/2026). 

 

“Jika batas maksimal tar dan nikotin yang sedang diuji publik diberlakukan, industri ini bisa mengalami pukulan berat. Sebab mayoritas bahan bakunya berasal dari tembakau produksi petani dalam negeri,” ujarnya dalam forum Uji Publik Kajian Penentuan Batas Maksimal Nikotin dan Tar yang digelar Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

 

Saat ini, industri tembakau nasional menguasai sekitar 97 persen pangsa pasar dan mayoritas menggunakan bahan baku tembakau lokal yang secara alami memiliki kadar nikotin lebih tinggi. Selain itu, industri kretek juga menyerap hampir seluruh produksi cengkih nasional yang menjadi bahan utama rokok kretek. Demikian dilansir dari Jawapos.com, minggu, (15/3/2026).