Pelaku Industri Tembakau Tolak Usulan Penurunan Batas Nikotin dan Tar, Dinilai Ancam Serapan Tembakau Lokal

komunitas | 16 Maret 2026 03:28

 

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wachjudi. Ia menilai penurunan batas nikotin hingga angka yang terlalu rendah akan membuat tembakau dari daerah penghasil utama di Pulau Jawa tidak lagi terserap oleh industri.

 

 

Menurutnya, rata-rata kadar tar pada rokok kretek tangan saat ini berkisar antara 34 hingga 52 miligram. Sementara dalam wacana kebijakan, pemerintah mempertimbangkan penurunan hingga sekitar 10 miligram.

 

 

“Angka tersebut sangat jauh dari kondisi teknis produksi saat ini serta standar nasional yang berlaku,” ujarnya.