Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama menuju Indonesia Emas. Jika ketahanan keluarga lemah, maka dampaknya akan meluas terhadap stabilitas sosial dan pembangunan nasional.
Khofifah juga menekankan pentingnya kemandirian perempuan, baik dalam berpikir, bertindak, maupun secara ekonomi. Ia mendorong kader Muslimat NU untuk beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi pesantren.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa dakwah tidak cukup dilakukan secara lisan, tetapi juga melalui aksi nyata (dakwah bil hal). Salah satu contohnya adalah keterlibatan Muslimat NU dalam program vaksinasi yang telah mencapai 97 persen di NTB melalui kerja sama dengan Global Alliance for Vaccination Indonesia.
Tak hanya itu, Muslimat NU juga menjalankan program lingkungan melalui gerakan penanaman pohon berbasis pesantren yang disebut sebagai “sedekah oksigen”.