TUBAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak warga Nahdliyyin untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama dalam menjaga capaian pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilansir dari antara.com, Sabtu, (11/4/2026).
“Pemprov Jawa Timur harus bersinergi dengan warga Nahdliyyin untuk membangun Jawa Timur yang sudah baik,” ujar Emil saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pondok Pesantren Bejagung, Sabtu (11/4).
Menurut Emil, kontribusi warga Nahdliyyin selama ini telah terbukti nyata, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai peran tersebut menjadi kekuatan strategis dalam mempercepat pembangunan daerah.
“NU berkontribusi luar biasa untuk pembangunan Jawa Timur. Momentum ini semakin mempererat koordinasi antara warga Nahdliyyin dan Pemprov Jatim,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz menjelaskan bahwa Muskerwil merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi program kerja dan kinerja kepengurusan.
Selain evaluasi, forum tersebut juga membahas kesiapan pelaksanaan Muktamar NU mendatang.
“Pelaksanaan Muktamar NU di mana saja siap, termasuk di Surabaya atau di Jawa Timur,” tegasnya.
Di sisi lain, Rais Syuriah PBNU Muhammad Nuh menilai Muskerwil PWNU Jatim memiliki posisi strategis, terutama menjelang Muktamar NU ke-35.
Ia menekankan pentingnya pandangan orisinal dari warga NU Jawa Timur sebagai pijakan menghadapi abad kedua NU. “Jatim memiliki sumber daya luar biasa, bahkan menjadi tempat lahirnya NU. Ini menjadi modal besar untuk menyiapkan masa depan NU yang lebih kuat,” katanya.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama, Jawa Timur diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan sekaligus menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat. (ivan)