SURABAYA, PustakaJC.co – Suasana tenang berpadu dengan derap langkah pengunjung memenuhi ruang-ruang baca Perpustakaan Jawa Timur. Di antara deretan rak buku, pelajar hingga mahasiswa tampak tenggelam dalam halaman-halaman pengetahuan, menjadikan tempat ini sebagai ruang favorit untuk belajar dan mencari inspirasi. Suasana ini menjadi pemandangan indah sore hari di perpustakaan milik Pemprov Jatim, Senin (20/4/2026).
Di sudut-sudut ruangan, sebagian pengunjung terlihat serius membaca, sementara lainnya sibuk membuka laptop, menyelesaikan tugas. Kehadiran mereka menciptakan atmosfer belajar yang hidup, namun tetap khusyuk.
Perpustakaan ini terbuka untuk siapa saja. Tak hanya menyediakan ribuan koleksi buku, fasilitas yang dihadirkan pun terbilang lengkap—mulai dari ruang ber-AC, komputer, ruang diskusi, layanan literasi, fasilitas bagi tunanetra, hingga akses Wi-Fi gratis yang menunjang kenyamanan pengunjung.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur dalam mendukung kebutuhan belajar, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan ruang ini untuk mengerjakan tugas.
Kehadiran fasilitas tersebut membuat pengunjung betah berlama-lama. Sebagian datang untuk membaca, sementara lainnya memanfaatkan suasana tenang untuk menyelesaikan tugas.
“Semua orang boleh datang ke sini. Kami berupaya memberikan fasilitas yang lengkap agar pengunjung merasa nyaman,” ujar Kepala Pelayanan Perpustakaan Jawa Timur, Sri Hartono.
“Pengunjung tidak hanya membaca buku, tetapi juga banyak yang mengerjakan tugas, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa,” lanjutnya.
Di tengah arus digital yang serba cepat, suasana seperti ini menjadi potret budaya literasi yang tetap hidup. Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga ruang bertumbuh bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan.
“Jika ingin bahagia, kuncinya adalah berilmu. Dan untuk berilmu, kita harus membiasakan diri dengan literasi,” tambahnya.
Dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas ini menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan semangat belajar generasi muda. Dari ruang-ruang sunyi perpustakaan, harapan akan masa depan yang lebih berilmu perlahan tumbuh—menguatkan keyakinan bahwa buku tetap menjadi jendela dunia. (Frchn)