MADIUN, PustakaJC.co — Ribuan warga memadati Lapangan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat malam, (15/5/2026), dalam gelaran Semarak Konser Gema Merah Putih yang memadukan olahraga, hiburan, religi, dan kebangsaan.
Acara diawali sejak sore dengan kegiatan senam bersama yang diikuti masyarakat dan pelajar. Suasana semakin semarak lewat pembagian doorprize dan hiburan yang disambut antusias warga. Dilansir dari jarimpos.co, Sabtu, (16/4/2026).
Memasuki malam hari, kegiatan berlangsung lebih khidmat melalui doa bersama lintas agama yang dipimpin tokoh dari enam agama sebagai simbol persatuan dan kerukunan masyarakat Kabupaten Madiun.
Puncak acara diisi Silaturahmi Kebangsaan bersama dai kondang Miftah Maulana Habiburrahman. Meski sempat diguyur hujan deras, ribuan warga tetap bertahan mengikuti acara hingga larut malam.
Dalam orasinya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan memikirkan masa depan dan lebih fokus memperbaiki diri.
“Jangan terlalu overthinking. Fokus saja memperbaiki diri dan mensyukuri apa yang kita miliki,” ujar Gus Miftah di hadapan jemaah.
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu juga menyinggung fenomena perundungan di media sosial. Menurutnya, hinaan dan cacian tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan semangat untuk terus berkarya dan berbuat baik.
Ia kemudian membedakan karakter orang optimis dan pesimis. Menurutnya, orang optimis selalu melihat peluang di tengah masalah, sedangkan orang pesimis justru melihat masalah dalam setiap peluang.
Salah satu pernyataan yang paling mendapat perhatian warga adalah analogi tentang “kupu-kupu dan kebun”.
“Jangan fokus mengejar kupu-kupu, tapi fokuslah kepada kebunmu. Kalau kebunmu sudah bagus dan indah, kupu-kupu mana yang tidak mau singgah?” katanya yang langsung disambut tepuk tangan warga.
Selain pesan motivasi, Gus Miftah juga mengangkat pentingnya persatuan melalui gerakan “Peluk Indonesia”. Ia menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling mencurigai, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa.
“Kita ini bangsa besar bukan karena sama, tetapi karena berbeda dan tetap bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga suasana tetap kondusif dan penuh kebersamaan selama acara berlangsung.
Hari Wuryanto juga mendoakan 455 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci agar diberi kelancaran dan menjadi haji mabrur.
“Dengan guyub rukun, insyaallah kita bisa membangun Kabupaten Madiun lebih baik,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi interaktif bersama jemaah dan penampilan grup musik Aftershineyang sukses menghibur ribuan penonton hingga akhir kegiatan. (ivan)