Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi protein hewani, khususnya telur, guna membantu menyerap hasil produksi peternak lokal.
Indyah menambahkan, peternak saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
"Jagung menyumbang sekitar 50 hingga 60 persen biaya produksi pakan, sehingga kenaikan harga sangat berpengaruh terhadap usaha peternak," ungkapnya.
[Halaman]
Untuk membantu peternak, pemerintah menyiapkan program subsidi jagung melalui Bulog dan Bapanas. Melalui skema tersebut, peternak diharapkan dapat memperoleh jagung dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram melalui koperasi.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga terus mendorong perluasan pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, dan Jepang.
"Kami berharap peningkatan penyerapan dalam negeri, subsidi pakan, dan pembukaan pasar ekspor dapat membantu menstabilkan harga telur sehingga peternak tetap memperoleh keuntungan," pungkas Indyah. (frchn)