Gatot Soebroto mengatakan, dirinya sengaja mengajak sejumlah tim pencegahan BPBD Jatim untuk mempelajari langsung cara kerja teknologi tersebut sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi bencana di Jawa Timur.
Selain dikenal sebagai daerah dengan program 100 persen Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), Klaten juga berhasil menjalankan sejumlah inovasi penanggulangan bencana seperti pemasangan alat EWS berbasis gas radon untuk mendeteksi potensi gempa bumi.
Teknologi tersebut bekerja dengan memantau lonjakan kadar gas radon yang muncul dari rekahan batuan sebelum terjadinya aktivitas gempa.