Berburu Teknologi Penyelamat Nyawa, BPBD Jatim Belajar EWS Radon Pendeteksi Gempa ke Klaten

komunitas | 14 Juni 2026 21:00

 

Dalam agenda kunjungan itu, tim BPBD Jatim juga berdiskusi dengan para akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terlibat dalam pengembangan alat pendeteksi tersebut.

 

Guru Besar UGM, Prof. Sunarno, menjelaskan bahwa setiap aktivitas tektonik dapat menyebabkan gas radon keluar dari dalam kerak bumi menuju permukaan dengan intensitas tertentu. Kondisi itu menjadi salah satu indikator yang dapat diamati sebagai peringatan dini.

 

Alat yang dikembangkan tim UGM mampu menangkap lonjakan kadar gas radon secara akurat sebelum patahan bumi bergeser. Teknologi tersebut diharapkan mampu memberikan waktu antisipasi sebelum gempa terjadi.