Remitansi PMI Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah, Bank Jatim Gandeng KP2MI Perkuat Literasi Keuangan di Jember

komunitas | 17 Juni 2026 18:20

Remitansi PMI Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah, Bank Jatim Gandeng KP2MI Perkuat Literasi Keuangan di Jember
Dok bankjatim

SURABAYA, PustakaJC.co - Potensi remitansi atau kiriman uang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Melihat besarnya potensi tersebut, Bank Jatim menggandeng Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan para PMI serta keluarganya di Kabupaten Jember.

 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan remitansi yang dikirim para pekerja migran tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi modal penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat.

 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mendukung pemberdayaan ekonomi PMI yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar.

 

Dalam kegiatan yang digelar di Jember, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan perbankan, hingga strategi mengembangkan usaha produktif dari hasil remitansi yang diterima keluarga PMI.

 

Bank Jatim menilai literasi keuangan menjadi faktor penting agar hasil kerja keras PMI di luar negeri dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga maupun daerah asal.

 

Selain memperkenalkan berbagai layanan perbankan, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menabung, investasi, serta pemanfaatan produk keuangan yang aman dan terjangkau.

 

Dengan meningkatnya pemahaman keuangan, diharapkan keluarga PMI mampu mengelola remitansi secara lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Jember sendiri menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki jumlah PMI cukup besar. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas ekonomi keluarga PMI dinilai sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Bank Jatim optimistis sinergi dengan KP2MI dapat membuka akses yang lebih luas bagi PMI terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

 

Tidak hanya itu, optimalisasi remitansi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru, memperkuat UMKM, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

 

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Jatim kembali menegaskan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya fokus pada layanan perbankan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Jawa Timur. 

 

Ke depan, program literasi dan inklusi keuangan bagi PMI diharapkan terus diperluas ke berbagai daerah kantong pekerja migran sehingga manfaat remitansi dapat dirasakan lebih optimal oleh keluarga dan masyarakat.

(int)