Khofifah dan BI Kompak Dorong Investasi Berkualitas Demi Pertumbuhan Ekonomi Jatim

komunitas | 02 Juli 2026 17:49

Khofifah dan BI Kompak Dorong Investasi Berkualitas Demi Pertumbuhan Ekonomi Jatim
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa TimurĀ IbrahimĀ di Surabaya, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat iklim investasi yang berkualitas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, hingga percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi menjadi fokus utama untuk menjaga daya saing daerah.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan stabilitas makroekonomi merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan investor. Menurutnya, investor lebih mengutamakan daerah yang mampu merespons tantangan secara cepat, menjalin kolaborasi, dan memiliki komitmen kuat untuk terus berbenah. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (7/4/2026).

 

“Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri,” kata Ibrahim di Surabaya, Kamis (2/7).

 

Ia menjelaskan, stabilitas ekonomi Jawa Timur didukung oleh pembangunan infrastruktur yang terus berkembang serta struktur ekonomi yang tangguh. Kondisi tersebut membuat Jawa Timur tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik, terutama sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur.

 

 

 

Pada Triwulan I 2026, perekonomian Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha maupun calon investor.

 

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan nilai investasi, melainkan memastikan investasi yang masuk mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

 

“Investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus fondasi bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut dia, investasi ke depan harus mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat hilirisasi industri, membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan investasi yang berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim terus mempercepat penyelesaian berbagai program strategis, di antaranya penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.

 

 

 

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya sinkronisasi tata ruang dengan pengembangan kawasan industri, penguatan proyek investasi siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO), serta percepatan penyelesaian berbagai kendala investasi agar iklim usaha di Jawa Timur semakin kompetitif.

 

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus meningkatkan kualitas investasi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. (ivan)