Kemacetan Ketapang-Gilimanuk Tekan Pendapatan PO Bus hingga 40 Persen

komunitas | 13 Juli 2026 07:39

 

Ia menjelaskan, ketidakpastian waktu tempuh membuat sebagian calon penumpang beralih menggunakan moda transportasi lain yang dianggap lebih tepat waktu, seperti kereta api. Perubahan pilihan transportasi tersebut berdampak signifikan terhadap tingkat keterisian bus.

 

Firmansyah mengungkapkan penurunan pendapatan pelaku usaha angkutan bus sudah dirasakan sejak masa angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, omzet perusahaan bus turun hingga sekitar 40 persen akibat berkurangnya jumlah penumpang.

 

“Sangat terdampak. Karena mereka sudah kena macet jauh di situ. Akhirnya banyak yang naik kereta api. Omzet jelas turun, hampir 40 persen,” katanya.

 

Ia mencontohkan, jika sebelumnya satu perusahaan otobus dapat memberangkatkan empat hingga lima armada bus menuju Bali setiap hari, kini hanya mampu mengoperasikan satu armada dengan tingkat keterisian penuh.