SURABAYA, Pustakajc.co – Forbes kembali memperbarui daftar orang terkaya di Indonesia pada Juli 2026. Posisi teratas kini ditempati oleh Low Tuck Kwong dengan total kekayaan mencapai USD 15,9 miliar atau sekitar Rp287,66 triliun.
Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik perusahaan tambang batu bara Bayan Resources tersebut kembali mengungguli sejumlah konglomerat nasional. Sementara itu, Robert Budi Hartono naik ke posisi kedua dengan kekayaan sebesar USD15,3 miliar, sedangkan Prajogo Pangestu berada di peringkat ketiga dengan total kekayaan USD14,9 miliar. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (20/7/2026).
Dalam daftar terbaru Forbes, Hartono bersaudara masih mempertahankan dominasinya di jajaran orang terkaya Indonesia. Selain Robert Budi Hartono, Michael Hartono juga masuk lima besar dengan kekayaan mencapai USD9,8 miliar.
Berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia per Juli 2026 versi Forbes:
- Low Tuck Kwong – USD15,9 miliar (Bayan Resources/tambang batu bara).
- Robert Budi Hartono – USD15,3 miliar (BCA dan Djarum Group).
- Prajogo Pangestu – USD14,9 miliar (Barito Group).
- Anthoni Salim – USD10,3 miliar (Indofood dan First Pacific).
- Michael Hartono – USD9,8 miliar (BCA dan Djarum Group).
- Sri Prakash Lohia – USD8,1 miliar (Indorama).
- Chairul Tanjung – USD5,6 miliar (CT Corp).
- Tahir – USD4,9 miliar (Mayapada Group).
- Mochtar Riady – USD4,3 miliar (Lippo Group).
- Martua Sitorus – USD3,9 miliar (Wilmar International).
Dominasi sektor energi, perbankan, dan industri masih menjadi penopang utama lahirnya para miliarder di Indonesia. Low Tuck Kwong mempertahankan posisi puncak berkat kinerja bisnis batu bara yang tetap kuat meski harga komoditas energi di pasar global mengalami fluktuasi.
Di sisi lain, Robert Budi Hartono memperoleh kenaikan kekayaan yang didorong oleh performa bisnis di sektor perbankan melalui Bank Central Asia (BCA) serta Djarum Group. Sementara itu, Prajogo Pangestu tetap bertahan di tiga besar meski posisinya turun satu tingkat dibandingkan pembaruan sebelumnya.
Anthoni Salim dan Michael Hartono juga masih konsisten menghuni lima besar berkat portofolio bisnis yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari industri makanan, perbankan, hingga investasi.
Jika dilihat berdasarkan sumber kekayaannya, sebagian besar miliarder Indonesia berasal dari sektor pertambangan dan energi, perbankan, petrokimia, industri konsumsi, hingga agribisnis. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penyumbang kekayaan terbesar bagi para pengusaha.
Daftar terbaru Forbes ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dinamika nilai aset dan pergerakan pasar dapat memengaruhi posisi para konglomerat Indonesia. Meski terjadi perubahan peringkat di jajaran atas, nama-nama besar seperti Hartono bersaudara, Anthoni Salim, hingga Chairul Tanjung tetap menjadi bagian dari daftar orang terkaya di Tanah Air.
Perubahan daftar ini juga menjadi gambaran perkembangan dunia usaha nasional yang masih didominasi oleh sektor energi dan jasa keuangan, disusul industri manufaktur, konsumsi, serta agribisnis yang terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. (ivan)