JCFF 2026 Resmi Ditutup, Khofifah Perkuat Langkah UMKM Jatim ke Pasar Global

komunitas | 20 Juli 2026 13:08

JCFF 2026 Resmi Ditutup, Khofifah Perkuat Langkah UMKM Jatim ke Pasar Global
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua darj kanan) menghadiri penutupan rangkaian Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri penutupan Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya, Minggu (19/7/2026). Kehadiran Gubernur menjadi penutup rangkaian festival yang selama tiga hari menghadirkan pelaku usaha kopi, teh, kakao, dan rempah dari berbagai daerah sekaligus memperkuat langkah UMKM Jawa Timur menuju pasar global.

 

Festival yang memasuki tahun kelima penyelenggaraan ini mengusung tema From Local Flavor to Global Horizon. JCFF menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia, perbankan, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem agroindustri yang lebih berdaya saing. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (20/7/2026).

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan berakhirnya festival bukan berarti berhentinya upaya mendorong daya saing UMKM Indonesia. Menurutnya, seremoni penutupan justru menjadi awal untuk melanjutkan sinergi membawa produk unggulan nasional ke pasar internasional.

 

“Hari ini yang berakhir hanyalah seremoni. Semangat untuk membangun UMKM dan membawa produk Indonesia ke pasar dunia harus terus berlanjut,” kata Ibrahim.

 

 

Ia menjelaskan, sejak pertama kali digelar pada 2022, JCFF mengalami perkembangan yang signifikan. Festival yang awalnya hanya berfokus pada promosi kopi melalui konsep Java Coffee Culture kini berkembang menjadi ajang penguatan ekosistem komoditas unggulan yang melibatkan teh, kakao, cokelat, hingga berbagai rempah-rempah Indonesia.

 

Menurut Ibrahim, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan melalui penguatan kualitas produk, inovasi, hilirisasi, serta perluasan akses pasar.

 

“JCFF bukan sekadar festival, tetapi wadah kolaborasi untuk meningkatkan daya saing UMKM dan membawa komoditas unggulan Jawa Timur menembus pasar global. Berakhirnya festival ini menjadi awal dari semangat untuk terus mengangkat produk lokal ke panggung dunia,” ujarnya.

 

 

 

Ia mengibaratkan pembangunan ekonomi seperti proses menyeduh secangkir kopi berkualitas yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kolaborasi. Karena itu, sinergi antara petani, UMKM, pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang secara resmi menutup penyelenggaraan JCFF 2026 mengatakan festival tersebut telah berkembang menjadi platform strategis dalam membangun ekosistem komoditas unggulan Indonesia.

 

Menurutnya, terdapat tiga tujuan utama penyelenggaraan JCFF, yakni memperkenalkan nilai dan filosofi kopi serta rempah Indonesia kepada masyarakat, mendorong pengembangan industri kopi nasional dari hulu hingga hilir, serta membangun ekosistem yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM.

 

Melalui tema From Local Flavor to Global Horizon, Bank Indonesia ingin mendorong cita rasa lokal Indonesia agar mampu menembus pasar internasional melalui peningkatan kualitas, inovasi produk, dan penguatan jejaring bisnis.

 

 

Filianingsih menilai Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah. Namun potensi tersebut harus didukung dengan hilirisasi agar menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing global.

 

Selain mendorong penguatan sektor riil, Bank Indonesia juga terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Saat ini layanan QRIS telah dapat digunakan untuk transaksi lintas negara di sejumlah negara mitra sehingga memudahkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran di luar negeri menggunakan telepon seluler.

 

Selama tiga hari penyelenggaraan, JCFF 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari business matching pembiayaan bersama perbankan, workshop, talkshow, edukasi sensory mapping, pelatihan strategi pemasaran kopi, hingga home brewing. Berbagai kompetisi juga digelar, di antaranya Latte Art Competition, AeroPress Championship, Cupping Test, dan Flavor Innovation Challenge yang melibatkan pelaku industri serta komunitas kopi dari berbagai daerah.

 

Melalui penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia berharap ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah Indonesia semakin kuat, mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM, sekaligus memperluas daya saing produk lokal di pasar internasional. (ivan)