SURABAYA, PustakaJC.co – Kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur terus menunjukkan penguatan pada triwulan I 2026. Perbaikan tersebut ditopang meningkatnya penyaluran kredit, khususnya kepada sektor korporasi, di tengah kondisi likuiditas dan permodalan perbankan yang tetap kuat meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menyampaikan bahwa fungsi intermediasi perbankan di Jawa Timur semakin membaik dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Menurutnya, penyaluran kredit mulai meningkat terutama pada sektor perdagangan dan industri pengolahan yang menjadi penggerak utama pembiayaan korporasi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (29/7/2026).
Penurunan suku bunga kredit korporasi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk kembali meningkatkan aktivitas pembiayaan. Meski demikian, sebagian dunia usaha masih bersikap hati-hati akibat ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Dari sisi risiko, kualitas kredit korporasi masih berada pada level yang terkendali sehingga tetap mendukung fungsi intermediasi perbankan. Sementara itu, kredit rumah tangga masih tumbuh, namun lajunya lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya.
Perlambatan terjadi pada hampir seluruh komponen kredit rumah tangga, kecuali kredit untuk peralatan rumah tangga dan kredit multiguna. Kondisi tersebut dipengaruhi masih terbatasnya daya beli masyarakat terhadap barang tahan lama serta menurunnya minat pembelian properti dan kendaraan bermotor.