Sotya mengaku usahanya masih bisa berjalan karena seluruh aktivitas di kandang dilakukan sendiri tanpa mempekerjakan tenaga tambahan. Namun, ia menyebut banyak peternak lain juga mengalami kesulitan akibat kondisi serupa.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat membantu menekan harga pakan sehingga beban produksi peternak berkurang.
Meski saat ini harga telur masih rendah, Sotya tetap optimistis kondisi pasar akan membaik memasuki Agustus. Ia memperkirakan permintaan telur meningkat seiring banyaknya kegiatan masyarakat seperti hajatan, pesta pernikahan, khitanan, peringatan Hari Kemerdekaan RI, hingga tradisi bersih desa, pawai, dan karnaval.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut biasanya mendorong konsumsi telur sehingga harga di tingkat peternak berpeluang kembali naik. Ia berharap momentum perayaan Agustusan dapat membantu memperbaiki pendapatan para peternak setelah beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan akibat turunnya harga jual dan tingginya biaya pakan. (ivan)