SURABAYA, PustakaJC.co - Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur menyiapkan 400 pendamping proses produk halal (P3H) untuk membantu pelaku UMKM di sekitar masjid mengurus sertifikasi halal.
Wakil Ketua PW DMI Jatim Bidang Halal Lifestyle, Dr Siti Nur Husnul Yusmiati STP M.Kes, mengatakan ratusan pendamping tersebut merupakan hasil empat kali pelatihan yang diberikan kepada pengurus DMI dan takmir masjid. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (13/8/2026).
“400 pendamping proses produk Halal itu merupakan hasil empat kali pelatihan untuk pengurus DMI dan takmir masjid,” kata Husnul dalam Podcast Masjid Inspiratif di Surabaya, Kamis, (13/8/2026).
Menurut dia, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan tren pasar, tetapi menjadi kebutuhan bagi umat Muslim. Karena itu, DMI Jatim mendorong penguatan literasi halal sekaligus membantu UMKM memenuhi ketentuan sertifikasi produk.
DMI Jatim juga telah memiliki Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sejak 14 Januari 2026. Lembaga tersebut berhak memberikan pendampingan resmi mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengajuan sertifikasi.
Husnul menilai keberadaan jaringan masjid menjadi potensi besar untuk memperluas pendampingan halal karena masjid memiliki jamaah yang berperan sebagai konsumen sekaligus produsen berbagai produk UMKM.
“DMI dengan jejaring masjid yang memiliki jamaah sebagai konsumen dan produsen dari berbagai produk tentu sangat penting dengan sertifikasi halal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasar halal juga terus berkembang, termasuk di negara-negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Menurutnya, sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari jaminan mutu produk yang meningkatkan kepercayaan konsumen.
Sementara itu, Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi mengatakan DMI Jatim memiliki tiga program unggulan, yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) sejak 2019, Masjid Award sejak 2023, dan Halal Center sejak awal 2026.
“Prinsipnya, DMI ingin satu masjid makmur, maka semuanya harus makmur, karena DMI itu rumah besar yang mengakomodasi semua masjid/musholla se-Jatim,” kata Suhadi.
Saat ini, DMI Jatim mendampingi 3.700 DMI ranting di tingkat desa atau masjid jamik, 666 DMI cabang di tingkat kecamatan atau masjid besar, serta 38 DMI daerah di tingkat kabupaten/kota.
Podcast Masjid Inspiratif yang digelar Departemen Kominfo DMI Jatim tersebut turut disaksikan Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg. Kegiatan itu juga menampilkan sejumlah masjid yang dinilai inspiratif di Jawa Timur.
Masjid yang ditampilkan antara lain Masjid Al-Huda Sambikerep Surabaya, Masjid Nurul Fatah Bangunsari Krembangan Surabaya, Masjid Nurul Jannah Petrokimia, Masjid Al Huda Universitas Merdeka Malang, Masjid Agung Jamik Kota Malang, dan Masjid Raya Ulul Albab UINSA Surabaya. (ivan)