Ia menilai komunikator juga tidak cukup hanya berperan sebagai pembuat konten atau content producer. Peran tersebut perlu berkembang menjadi meaning maker, yakni pihak yang mampu memberikan makna dan manfaat dari setiap pesan yang disampaikan.
Sherlita kemudian menyebut lima karakter yang perlu dimiliki talenta komunikasi masa depan, yakni inovatif, tangkas, kritis, etis dan humanis.
“Di tengah dunia yang berlomba menghasilkan lebih banyak konten, jadilah orang yang menghasilkan lebih banyak manfaat. Di tengah dunia yang berlomba mendapatkan perhatian, jadilah orang yang layak dipercaya,” katanya.
Sherlita berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar kemampuan membuat pesan, tetapi juga mampu menjaga nilai dan makna di balik komunikasi.
“Jadilah manusia yang tidak hanya mampu membuat pesan, tetapi mampu merawat makna,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Stikosa AWS Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom., mengatakan perkembangan AI telah membawa perubahan besar terhadap lanskap media dan komunikasi global.