Karena itu, insan komunikasi, termasuk para lulusan Stikosa AWS, dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis konvensional, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Seorang sarjana komunikasi masa depan harus memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi dan memanfaatkan teknologi secara bijak, tanpa meninggalkan etika serta nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Jokhanan.
Wisuda XXIX Stikosa AWS tahun 2026 tersebut diikuti 82 mahasiswa dan mahasiswi. Jokhanan menegaskan, wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan pintu awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan keahliannya di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi perjuangan para wisudawan dan wisudawati dalam menyelesaikan pendidikan, termasuk mereka yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan studi.
Jokhanan berpesan agar para lulusan menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjaga integritas, membawa nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, negara dan masyarakat. (ivan)