Selain berkurangnya sapi jantan, banyak sapi betina produktif yang dijual dan dikirim ke luar Kabupaten Malang. Peternak memilih menjual ternaknya karena mendapat tawaran harga yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan sapi untuk memenuhi kebutuhan rumah potong dan pasar di wilayah Malang.
Berdasarkan pemantauan rutin di lima titik pasar utama yang mewakili berbagai wilayah Kabupaten Malang, harga daging sapi saat ini rata-rata berada pada kisaran Rp135.000 sampai Rp140.000 per kilogram.
Harga tertinggi terutama ditemukan di wilayah perbatasan antara Kabupaten dan Kota Malang, seperti Kecamatan Karangploso dan Pakis.
Di sisi lain, sentra peternakan sapi potong di wilayah Malang Selatan juga menghadapi persoalan ketersediaan pakan. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kalipare, Donomulyo, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan saat ini mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan air dan rumput segar untuk ternak menipis. Cadangan pakan seperti jerami juga mulai berkurang.
“Stok sapi terbatas, akibatnya harga berat sapi hidup naik dari Rp47.000 hingga Rp48.000 per kilogram, kini melesat hingga Rp55.000 sampai Rp57.000 per kilogram,” ujarnya.