Lebih lanjut, Emil menggambarkan Jawa Timur sebagai "laboratorium pembangunan" dengan lebih dari 40 juta penduduk yang ditopang sektor industri, pertanian, perikanan, hingga sumber daya alam. Keberagaman ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu antara akademisi, profesional, industri, dan pemerintah.
"Jabatan paling utama seorang cendekiawan sebenarnya adalah menjadi pengabdi. Yang penting bukan besarnya organisasi, tetapi impact-nya," tegas Emil.
Empat Fokus Penggerak ICMI Jatim
Menanggapi arahan tersebut, Ketua ICMI Orwil Jawa Timur periode 2026–2031, Pitono Nugroho, menyatakan komitmennya untuk menjadikan ICMI sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi pembangunan daerah. Pitono menetapkan empat fokus utama penggerak organisasi selama lima tahun ke depan: pengawalan kebijakan, inovasi, kolaborasi, dan penciptaan dampak.