"Jangan jadi pengurus, tetapi jadilah penggerak. Kita ingin dikenal karena dampak yang dilakukan," kata Pitono.
Ia juga memperkenalkan konsep Modal Keberlanjutan guna memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjaga aset peradaban untuk generasi mendatang.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Ketua Umum ICMI yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria. Dalam arahannya, Prof.
Arif menekankan pentingnya penerapan nilai Islam wasathiyah (moderat)—seperti tawazun(keseimbangan) dan tasamuh (toleransi)—dalam menjawab tantangan global terkait kedaulatan pangan, energi, air, serta keadilan ekologis. (ivan)