SURABAYA, PustakaJC.co - Komite Paralimpiade Indonesia Provinsi Jawa Timur (NPCI Jatim) resmi memberlakukan pembagian kelompok usia pada cabang olahraga para atletik dalam Kejuaraan Paralimpiade Provinsi (Keparprov) Jatim 2026 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu, (19/9/2026).
Langkah perdana ini diambil sebagai fondasi baru untuk memperkuat sistem pembinaan dan regenerasi atlet disabilitas Jawa Timur secara berjenjang. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (21/9/2026).
Dalam ajang tingkat provinsi yang diikuti atlet serta ofisial dari 35 daerah se-Jawa Timur ini, nomor para atletik dibagi ke dalam dua kategori usia, yaitu 10–19 tahun dan 20–35 tahun. Kebijakan ini mengubah format kejuaraan sebelumnya yang tidak menerapkan pembatasan usia.
Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro, menegaskan bahwa perubahan regulasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga disabilitas Jawa Timur di masa depan. Khusus kategori 10–19 tahun, kebijakan ini juga menjadi kelanjutan dari program pencarian bibit atlet "Mendobrak Batas".
"Pembinaan olahraga tidak cukup hanya memikirkan siapa yang mampu bertanding hari ini. Kita juga harus memikirkan siapa yang akan membawa Jawa Timur lima atau sepuluh tahun yang akan datang," ujar Imam.
Melalui kebijakan ini, NPCI Jatim berkomitmen menyediakan ruang kompetisi tahunan bagi atlet usia pelajar untuk melengkapi ajang dua tahunan seperti Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda).
Evaluasi Berkelanjutan Menuju Pentas Nasional dan Internasional
Berbeda dari para atletik, cabang olahraga bola voli duduk dalam Keparprov Jatim 2026 tetap dipertandingkan tanpa batasan usia, menyesuaikan karakteristik cabor. Bola voli duduk sendiri merupakan salah satu cabor andalan Jawa Timur yang rutin menyumbangkan kontribusi bagi Indonesia di kancah internasional, termasuk raihan medali perak pada ASEAN Para Games di Thailand dan keikutsertaan dalam ajang tunggal di Rusia.
Saat ini, delapan atlet Jawa Timur juga tengah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan menghadapi Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Penanggung Jawab Keparprov Jatim 2026, Roy Agustinus Soselisa, M.Pd., menyampaikan bahwa ajang kejuaraan ini harus menjadi instrumen evaluasi menyeluruh bagi pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pemenuhan sarana olahraga di tingkat daerah.
Arah ini sejalan dengan kerangka pembinaan NPCI Jatim yang menempatkan sarana-prasarana sebagai fondasi, pembinaan sebagai proses, dan organisasi sebagai sistem. Keparprov Jatim 2026 ini diproyeksikan sebagai bagian penting dari rantai pembinaan menuju Pekan Paralimpiade Provinsi (Peparprov) Jatim 2027 sekaligus jembatan bagi atlet Jawa Timur menuju pentas nasional dan internasional. (ivan)