Pasar Modal Anjlok 11,2 Persen, Pengamat Ekonomi Politik Soroti Ketahanan Energi hingga Aspek Geopolitik

komunitas | 17 Oktober 2026 08:21

 

Selain itu, Noorsy menyinggung ancaman penurunan status (downgrade) klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi stand-alone market. Ia menilai sejumlah langkah strategis pemerintah—seperti komitmen sebagai offtaker minyak Amerika Serikat, pengadaan armada pesawat Boeing, impor bahan pangan, hingga Nota Kesepahaman (MoU) dengan Freeport—belum cukup kuat meredam kecemasan investor global.

 

“Deal pemerintah RI sebagai offtaker minyak AS, Boeing, dan pangan serta MoU dengan Freeport tidak berarti banyak,” terangnya.

 

Dalam analisisnya, Noorsy juga soroti dominasi raksasa manajer investasi dunia seperti Vanguard dan BlackRock terkait tuntutan transparansi kepemilikan saham publik (free float) dan arah kebijakan moneter nasional.

 

“Vanguard dan BlackRock tetap memvonis transparansi free float dan kebijakan moneter Indonesia yang harus sesuai dengan arahan dan kepentingan mereka,” ungkap Noorsy.