Kuncoro menjelaskan, program pemusatan latihan daerah (puslatda) di Jatim selama ini belum berjalan secara berkesinambungan jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain.
Untuk mengatasi hal tersebut, NPCI Jatim telah mengawali langkah pembinaan usia dini melalui program talent scouting (penjaringan bakat) yang bekerja sama dengan Unesa dan NPCI Pusat sejak 2025. Program tersebut berhasil menjaring 400 calon atlet dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, yang sebagian di antaranya kini telah menjalani latihan intensif selama empat bulan.
Sebagai terobosan lanjutan, NPCI Jatim menargetkan integrasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) agar digelar secara bersamaan atau dalam satu paket mulai tahun 2027. Skema ini diharapkan memicu pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota untuk lebih aktif menjaring dan mengirimkan atlet disabilitas, sekaligus menjadi landasan kuat menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028.
"Kalau satu paket, pemerintah daerah di kabupaten/kota akan berupaya mencari atlet sebanyak-banyaknya untuk dikirim. Kami ingin pembinaan atlet disabilitas ini bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan," ujar Kuncoro menambahkan.