Ia menambahkan, stimulus eksternal tersebut sering kali menjebak seseorang dalam bias kognitif. Dampaknya, keputusan finansial yang semula rasional berubah menjadi impulsif dan merugikan keuangan pribadi dalam jangka panjang.
Melalui format seminar dan financial talk ini, Meidy berharap peserta dapat memetik wawasan baru (awareness) agar lebih bijak dan disiplin dalam merencanakan masa depan keuangan mereka.
Sementara itu, Branch Manager BSI KCP Surabaya Dharmahusada, Wisnu Hendrawan, menjelaskan bahwa program edukasi ini merupakan komitmen berkelanjutan BSI yang dijalankan secara konsisten sejak awal tahun.
"Program literasi keuangan ini jadi kegiatan rutin BSI sejak Januari ini, termasuk BSI KCP Surabaya Dharmahusada. Sasaran kami menyasar ke semua lapisan, bukan hanya di perguruan tinggi, tapi juga di sekolah-sekolah," jelas Wisnu.
Wisnu menegaskan, BSI berkomitmen untuk terus menghadirkan pendekatan edukatif yang relevan guna mendorong inklusi serta literasi keuangan syariah di tengah masyarakat secara luas. (ivan)