SURABAYA, PustakaJC.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat kolaborasi dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor ekonomi regional. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas peluang bisnis, meningkatkan layanan keuangan digital, serta memperkuat daya saing masing-masing BPD.
Salah satu bentuk kolaborasi yang telah direalisasikan yakni penyediaan layanan digital pembayaran melalui JConnect PartnerPay yang dimanfaatkan oleh Bank Banten. Layanan tersebut memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara real time, cepat, dan aman melalui fasilitas Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta Virtual Account. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (31/10/2026).
Dengan mengusung motto “Satu Platform, Untuk Semua Pembayaran”, layanan ini diharapkan dapat mendukung Bank Banten dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus mempermudah transaksi masyarakat di Provinsi Banten.
Sejumlah instansi dan nasabah korporasi Bank Banten telah memanfaatkan layanan tersebut, di antaranya RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Labuan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan ini mencatatkan sekitar 21.095 transaksi.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan kolaborasi menjadi salah satu strategi penting bagi industri perbankan dalam menghadapi dinamika ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bersama.
“Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dari regional untuk kekuatan nasional,” ujar Winardi Jumat, (30/10/2026).
Menurutnya, kontribusi Bank Jatim terhadap perekonomian nasional tidak hanya dilakukan melalui kerja sama antar-BPD. Bank Jatim juga menjalankan fungsi intermediasi melalui penyaluran pembiayaan ke berbagai segmen, khususnya sektor ekonomi produktif, serta pengelolaan dana masyarakat dan penyediaan layanan transaksi keuangan.
Selain itu, kontribusi terhadap daerah juga diwujudkan melalui pembayaran dividen yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi.
Kolaborasi antar-BPD, khususnya melalui Kelompok Usaha Bank (KUB), juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi masing-masing bank. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang bisnis baru dan menghasilkan nilai tambah (value creation) sehingga anggota KUB dapat berkembang bersama.
Dari sisi kinerja, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan positif hingga September 2026. Secara konsolidasi, total aset mencapai Rp163,37 triliun atau tumbuh 30,59 persen.
Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp110,82 triliun, meningkat 38,09 persen. Sementara itu, dana masyarakat yang dikelola mencapai Rp125,02 triliun atau tumbuh 25,87 persen. Pendapatan bunga bersih juga mengalami pertumbuhan sebesar 39,19 persen.
Adapun laba bersih Bank Jatim secara konsolidasi pada triwulan III 2026 mencapai Rp1,86 triliun atau tumbuh 61,89 persen.
Sementara pada posisi bank only, total aset tercatat sebesar Rp102,61 triliun dengan penyaluran kredit mencapai Rp66,54 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di angka Rp76,37 triliun, sedangkan pendapatan bunga bersih mencapai Rp4,44 triliun.
Untuk laba bersih secara bank only, Bank Jatim membukukan Rp1,06 triliun.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi Bank Jatim untuk terus memperluas sinergi dengan BPD lain. Melalui penguatan kolaborasi dan inovasi layanan keuangan, Bank Jatim mendorong peran perbankan daerah agar tidak hanya menopang perekonomian wilayah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (ivan)