Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus India, Devisa Capai Rp1,9 Miliar

gresik | 04 Maret 2026 18:25

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus India, Devisa Capai Rp1,9 Miliar
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus India, Hasilkan Devisa Rp1,9 Miliar. (dok gresiksatu)

GRESIKPustakaJC.co - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kembali mencatatkan capaian ekspor. Produk solar glass hasil produksi PT Xinyi Solar Indonesia resmi menembus pasar India pada awal Maret 2026 dengan nilai devisa lebih dari Rp1,9 miliar.

 

Sebanyak 10 kontainer kaca panel surya diberangkatkan langsung dari kawasan industri. Ekspor perdana ini menjadi momentum strategis dalam penguatan hilirisasi industri sekaligus pengembangan sektor energi terbarukan nasional. Dilansir dari gresiksatu.com, Rabu, (4/2/2026).

 

Keberhasilan pengiriman tersebut tidak lepas dari sinergi antara Kantor Bea Cukai Gresik dan Administrator KEK Gresik yang memastikan proses kepabeanan berjalan cepat, transparan, dan sesuai regulasi.

 

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menegaskan ekspor ini mencerminkan tumbuhnya ekosistem industri di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

“Bea Cukai berkomitmen memberikan dukungan melalui pelayanan kepabeanan yang transparan dan akuntabel guna mempercepat realisasi investasi serta aktivitas ekspor industri strategis nasional,”ujarnya, Selasa, (4/3/2026).

 

 

Sementara itu, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi yang dinilai menjadi kunci kepastian layanan bagi pelaku usaha.

 

Ia menjelaskan, PT Xinyi Solar Indonesia masuk dalam Klaster Industri Manufaktur dan Energi Terbarukan, salah satu dari lima klaster yang dikembangkan di KEK Gresik. Kehadirannya melengkapi klaster lain, termasuk sektor hilirisasi mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia.

 

“Ekspor perdana solar glass ini mempertegas posisi KEK Gresik sebagai pusat investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan pembangunan industri di daerah,”tegas Ibnu.

 

 

 

Selain menciptakan peluang ekonomi, aktivitas industri di kawasan tersebut juga dinilai mendorong transfer teknologi serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global energi terbarukan.

 

“Investasi industri hijau yang terus berkembang di KEK Gresik diharapkan menjadi pendorong transformasi struktur industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (ivan)