Sapi Kurban di Bawean Gresik Mendadak Bangkit Usai Disembelih, Warga Panik dan Geger

gresik | 29 Mei 2026 12:46

Sapi Kurban di Bawean Gresik Mendadak Bangkit Usai Disembelih, Warga Panik dan Geger
Kurban sapi di Desa Suwari membuat geger warga setempat lantaran bangkit kembali dan berjalan. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co — Warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, dibuat geger oleh peristiwa tak biasa saat penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu, (27/5/2026). Seekor sapi kurban di Dusun Maninju, Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, mendadak bangkit dan berjalan kembali usai disembelih.

 

Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi 1 menit 29 detik dan viral di media sosial maupun grup WhatsApp warga Bawean. Dalam video itu, sapi yang sebelumnya telah roboh setelah disembelih tampak kembali bergerak hingga berdiri. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (29/5/2026).

 

Beberapa tali pengikat di kaki sapi terlihat terlepas sebagian. Hewan kurban itu kemudian melenguh sambil berputar-putar di sekitar lokasi penyembelihan, membuat panitia dan warga panik.

 

Tak lama kemudian, sapi tersebut berjalan, sempat duduk, lalu kembali berdiri sambil terus melenguh. Sejumlah panitia kurban memilih menjauh demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

Dalam rekaman video juga terdengar suara warga yang menduga proses penyembelihan tidak mengenai bagian leher secara sempurna sehingga sapi masih memiliki kemampuan bergerak.

 

Kepala Desa Suwari, Daifi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku menerima laporan langsung dari warga terkait sapi kurban yang kembali bangkit setelah disembelih.

 

“Kegiatan kurban dilakukan pagi hari setelah salat Iduladha. Hingga waktu salat ashar, sapi akhirnya tidak bergerak lagi,” ujar Daifi.

 

Menurutnya, sapi kurban tersebut merupakan bantuan dari keluarga perantau asal Bawean yang kini menetap di Malaysia.

 

 

 

Beruntung, selama kejadian berlangsung tidak ada korban luka maupun kerusakan di sekitar lokasi penyembelihan.

 

“Kasihan melihat kondisi sapi seperti itu, apalagi saat siang hari hujan cukup lebat. Kemungkinan saat disembelih kurang sempurna,” tambahnya.

 

Peristiwa ini pun langsung menjadi perbincangan hangat warga Bawean dan ramai dibahas di media sosial. Banyak warga mengaku baru pertama kali menyaksikan kejadian serupa saat penyembelihan hewan kurban. (ivan)