Pemkab Gresik Perkuat Link and Match Sekolah dengan Industri

gresik | 20 Juli 2026 13:14

Pemkab Gresik Perkuat Link and Match Sekolah dengan Industri
Peserta magang mbkm Petrokimia Gresik menggunakan fasilitas belajar virtual reality di digital learning center petrokimia gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri melalui program link and match. Salah satu langkah yang diprioritaskan ialah memperluas kerja sama sekolah, khususnya SMA dan SMK, dengan perusahaan melalui program magang.

 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja seiring pesatnya pertumbuhan investasi di Kabupaten Gresik. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (20/7/2026).

 

Komitmen itu mengemuka dalam Job Fair Tematik Gresik 2026 yang dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, sejumlah perusahaan, serta mantan Menteri BUMN yang kini menjabat Komisaris Harian Disway, Dahlan Iskan.

 

Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin mengatakan Pemkab Gresik telah memiliki regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan bupati yang mengatur keterbukaan penyerapan tenaga kerja lokal. Aturan tersebut diharapkan mampu memperbesar peluang masyarakat Gresik bekerja di perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

 

“Di Gresik sudah ada perda dan perbup terkait keterbukaan penyerapan tenaga kerja lokal. Tujuannya agar tenaga kerja kita lebih siap dan lebih bersaing di dunia industri,” ujar Zainul, Senin, (20/7/2026).

 

 

 

Berdasarkan data Disnaker, hingga Juli 2026 kebutuhan tenaga kerja di Gresik mencapai 3.677 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.976 kebutuhan tenaga kerja melalui Job Fair Tematik dan 1.698 kebutuhan tenaga kerja di luar job fair yang dihimpun sepanjang Januari hingga Juni 2026.

 

Mayoritas lowongan kerja masih didominasi lulusan SMA dan SMK. Dari total kebutuhan tenaga kerja tersebut, sebanyak 3.145 posisi diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK. Sementara kebutuhan lulusan D3 mencapai 377 orang, S1 sebanyak 111 orang, D1-D4 sebanyak 7 orang, lulusan SMP 14 orang, dan lulusan SD sebanyak 20 orang.

 

Meski kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi, sejumlah posisi masih belum berhasil dipenuhi. Pada 2025 tercatat terdapat 1.156 kebutuhan pekerja luar negeri dan 396 kebutuhan tenaga kerja dalam negeri yang belum terisi.

 

Di sisi lain, penempatan tenaga kerja melalui platform Gresikerja sepanjang 2025 mencapai 1.058 orang. Disnaker juga mencatat sebanyak 391 warga Gresik bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan negara tujuan terbanyak Malaysia, Qatar, dan Hong Kong.

 

 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan penyelenggaraan Job Fair merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sehingga kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat dipenuhi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

 

“Job fair ini adalah ikhtiar kita bersama. Pemkab Gresik menjadi jembatan antara pencari kerja dengan dunia usaha agar kebutuhan tenaga kerja dan kebutuhan perusahaan bisa bertemu,” kata Yani.

 

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya sebatas membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga memastikan kualitas lulusan sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan industri.

 

Karena itu, Pemkab Gresik terus mendorong pelaksanaan pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, serta penguatan program magang yang melibatkan perusahaan agar lulusan SMA dan SMK memiliki pengalaman kerja sebelum memasuki dunia industri.

 

 

“Masih ada persoalan kualitas pendidikan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kemajuan teknologi di industri. Karena itu kami terus mendorong pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja,” tuturnya.

 

Yani juga berharap kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri mampu menghasilkan tenaga kerja lokal yang lebih kompetitif. Dengan demikian, keberadaan investasi yang terus tumbuh di Gresik dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (ivan)