GRESIK, PustakaJC.co – Musim kemarau 2026 kembali dimanfaatkan petani di Kabupaten Gresik untuk membudidayakan tembakau. Didukung kondisi cuaca yang kering, komoditas perkebunan ini diproyeksikan mengalami peningkatan luas tanam hingga 258 hektare atau naik sekitar 51 persen dibandingkan luas panen tahun lalu yang mencapai 170,5 hektare.
Data Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mencatat, hingga akhir Juli 2026 realisasi penanaman telah mencapai sekitar 158 hektare. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat masa tanam tembakau masih berlangsung hingga September. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (28/7/2026).
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Gresik, Choirul Fatikin, mengatakan musim kemarau merupakan waktu yang paling ideal untuk budidaya tembakau karena tanaman tersebut membutuhkan kondisi cuaca kering agar dapat tumbuh optimal.
“Cuaca kering yang terjadi saat ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman tembakau. Kondisi seperti ini memang dibutuhkan agar perkembangan tanaman lebih optimal dan hasil produksinya meningkat,” ujar Choirul, Senin, (27/7/2026).